Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Ini

Terus dapatkan berita penting & unik setiap harinya

Sabtu, 18 September 2010

Kisah Sukses PT. Al Ma'soem

Sang Pendiri PT. Ma’soem yaitu H. Ma'soem mulai merintis usahanya sejak awal 1950-an dengan berdagang keliling lukisan dan kerajinan tangan khas Cipacing disekitar wilayah edarnya meliputi Tasikmalaya hingga Kota Bandung. Setelah sukses dengan usaha jualan lukisan dan kerajinan beliau mulai usaha lain yakni beternak bebek dan membuka usaha toko kelontongan. Toko kelontongan inilah cikal bakal dari usaha jual beli bahan bakar minyak (BBM) PT Ma’soem bermula yaitu dengan hanya bermodal dua tangki H. Ma’soem mulai berdagang minyak tanah. Perkembangan toko kelontongan ini sangat baik, karena permintaan minyak tanah ke tokonya berkembang sangat pesat semula pembeli hanya penjajal namun hanya dengan waktu yang singkat H. Ma’soem kemudian menjadi agen yang dipercaya membeli langsung ke BPM (Baatafache Petroleum Mijhn) atau kini dikenal sebagai Pertamina dan berkembang hingga pada 1958.
Setelah usahanya mulai berkembang, H. Ma’soem mendirikan SPBU pertamanya di daerah Dangdeur Rancaekek Bandung.

Pada tahun 1963 SPBUnya dipercaya mengangkut solar dan minyak diesel untuk keperluan projek PLTA Jatiluhur dan pabrik-pabrik lain di Jawa Barat. Ia lantas mengembangkan usahanya hingga merambah ke bidang-bidang lain. Pada 1964 H. Ma’soem merambah bisnis tekstil yang memproduksi kain sarung, namun kurang berkembang baik. Selain itu, ia juga membuka usaha jual beli kendaraan ke Singapura dan Hong Kong. Usaha tersebut gagal dan ditutup namun meski gagal, H. Ma’soem pantang menyerah. Seteleh gagal H. Ma’soem membangun pabrik es di daerah Jawa barat, dari Limbangan, Rancaekek, Jatiwangi, hingga Cikajang dan Padalarang. Ia juga mendirikan toko sepatu di Cirebon dan Alun-alun Kota Bandung. Semua ini gagal dan ditutup, kecuali pabrik es yang ada di Dangdeur Rancaekek.

Kunci kesuksesan dari H. Ma’some adalah istrinya yang setia mendampingi beliau saat sukacita maupun dukacita ketika berusaha dagang ini. Demikian halnya saat masih hidup, Hj. Siti (istri H. Ma’some). Dikemukakannya,"Ibu mah sekadar ketitipan karunia dari Allah SWT., antara lain anak-anak. Ibu membesarkan anak-anak dan bantu-bantu sedikit apa yang bisa Ibu lakukan ketika Bapak dagang." Sungguh, pernyataan sederhana dari pasangan suami istri inilah, rupa-rupanya yang patut dicermati tatkala menelaah kesuksesan bisnis Grup Ma’soem. Di dalam Grup Ma’soem, almarhum Hj. Siti Aisyah Ma’soem (79) sempat diamanahkan sebagai Komisaris Utama PT Ma’soem, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Al Ma’soem, anggota Dewan Syariah BPRS PNM Al Ma’some. Ibu Hj. Siti Aisyah tidak pernah meminta istana yang mewah, emas berlian yang melimpah kepada suaminya, beliau hanya meminta tempat tinggal yang sederhana, tepatnya di Dangdeur-Rancaekek Bandung, akan tetapi, bisa kita lihat sekarang, yayasan Pendidikan Al Ma’soem yang berdiri megah yang banyak menghasilkan siswa siswi dan mahasiswa yang berprestasi serta berahlaqul karimah. Usahanya, ternyata menyerap banyak tenaga kerja baik di lingkungan Rancaekek maupun wilayah lain di Jawa Barat.

Sumber : http://aans-success.blogspot.com/2007/11/kisah-sukses-pt-al-masoem.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Apakah teknologi merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan semua orang?